Dunia hiburan global baru saja terguncang. Netflix resmi mengumumkan langkah berani mereka pada Jumat (5/12/2025). Raksasa streaming merah ini berhasil mengakuisisi Warner Bros Discovery. Ini bukan pembelian biasa, melainkan salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri hiburan. Netflix harus merogoh kocek sangat dalam untuk kesepakatan ini. Nilai transaksinya mencapai US$72 miliar (sekitar Rp1.201 triliun). Jika kita menghitung total nilai perusahaan, angkanya melonjak hingga US$82,7 miliar (sekitar Rp1.380 triliun). Dengan harga fantastis tersebut, Netflix memborong aset-aset legendaris. Kini, mereka memegang kendali atas: Ini artinya, film-film ikonik seperti Harry Potter, Batman, hingga serial Game of Thrones kini berada di bawah satu atap dengan Stranger Things. Para pemegang saham Warner Bros Discovery mendapat keuntungan besar dari kesepakatan ini. Netflix akan membayar mereka seharga US$27,75 per saham. Mekanisme pembayarannya dibagi dua: Untuk memuluskan rencana ini, Netflix mendapat dukungan dana pinjaman raksasa sebesar US$59 miliar dari bank internasional seperti Wells Fargo, BNP Paribas, dan HSBC. Pasar saham langsung merespons kabar ini dengan dua wajah berbeda: Namun, tantangan terbesar datang dari pemerintah Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump menatap sinis kesepakatan ini. Senator Elizabeth Warren bahkan menyebut merger ini sebagai "mimpi buruk". Penolakan juga datang dari Serikat Penulis (WGA) yang takut upah pekerja kreatif akan ditekan jika industri dikuasai satu pemain besar. Proses penyatuan dua raksasa ini tidak instan. Mereka butuh waktu 12 hingga 18 bulan untuk urusan administrasi. Para ahli hukum memprediksi Netflix akan kesulitan mendapat izin karena gabungan keduanya menguasai lebih dari 30% pangsa pasar. Jika regulator membatalkan transaksi ini di tengah jalan, Netflix harus siap rugi. Mereka sepakat membayar denda pembatalan sebesar US$5,8 miliar (Rp96 triliun). Lalu, apa artinya ini bagi kita penonton di Indonesia? Ada kabar baik dan buruk. Kabar Baik: Kita akan menikmati kemudahan luar biasa. Kita tidak perlu lagi langganan HBO GO dan Netflix secara terpisah. Semua film box office Warner Bros kemungkinan besar akan masuk ke aplikasi Netflix. Kabar Buruk: Siapkan dompet Anda. Kenyamanan ini ada harganya. Netflix harus menutup biaya pembelian triliunan rupiah tersebut. Besar kemungkinan, era paket langganan murah akan berakhir dan harga bulanan Netflix akan naik signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda rela membayar lebih mahal demi satu aplikasi yang super lengkap? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!
Apa yang Netflix Dapatkan?
Detail Uang dan Saham
Reaksi Pasar: Ada yang Senang, Ada yang Cemas
Jalan Terjal Menanti
Dampak bagi Penonton di Indonesia
Ringkasan Data Transaksi
Keterangan
Nilai (USD)
Nilai (Rupiah)
Nilai Transaksi
US$ 72 Miliar
Rp 1.201 Triliun
Total Nilai Perusahaan
US$ 82,7 Miliar
Rp 1.380 Triliun
Total Pinjaman Bank
US$ 59 Miliar
Rp 985 Triliun
Harga Beli per Saham
US$ 27,75
Rp 463.000
Denda Pembatalan
US$ 5,8 Miliar
Rp 96 Triliun
