Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari dunia sains. Tim peneliti menemukan hal menarik mengenai organ vital manusia. Ternyata, cara otak memproses bahasa sangat mirip dengan cara kerja kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dr. Ariel Goldstein dari Hebrew University memimpin studi kolaboratif ini. Dia bekerja sama dengan tim riset dari Google Research dan Princeton University. Mereka merekam aktivitas otak peserta saat mendengarkan podcast selama 30 menit. Kemudian, peneliti membandingkan rekaman tersebut dengan arsitektur model bahasa besar (LLM) modern. Hasilnya menunjukkan kemiripan yang identik. Otak memproses makna secara berlapis-lapis. Lapisan awal merespons ciri-ciri suara yang sederhana. Sementara itu, lapisan yang lebih dalam bertugas menyatukan konteks dan makna. Oleh karena itu, mereka menyimpulkan satu hal penting. Pemrosesan kontekstual yang dinamis ala AI justru lebih mendekati kenyataan cara kerja otak manusia. Selain itu, pengaruh AI tidak hanya terlihat di dalam struktur otak. Teknologi ini juga mulai mengubah cara manusia berbicara sehari-hari. Ahli linguistik dari Florida State University, Tom Juzek, melakukan penelitian khusus mengenai fenomena ini. Dia menganalisis 22 juta kata dari rekaman podcast tanpa naskah. Temuannya menunjukkan adanya lonjakan penggunaan kata-kata tertentu. Kata-kata tersebut sangat khas dengan gaya bahasa AI. Contohnya adalah kata "delve" (menelaah), "meticulous" (teliti), dan "boast" (membanggakan). Kata-kata ini makin sering muncul sejak peluncuran ChatGPT pada tahun 2022. Juzek menyebut fenomena ini sebagai "lexical seepage" atau rembesan leksikal. Paparan berulang terhadap teks buatan AI membuat manusia tanpa sadar meniru kosakata tersebut. Dunia sains juga menyambut terobosan baru dalam pemodelan sel otak. Ilmuwan dari Caltech dan Cedars-Sinai memperkenalkan kerangka kerja bernama NOBLE dalam konferensi NeurIPS di San Diego. Alat canggih ini mampu membangun model virtual neuron otak dengan kecepatan luar biasa. NOBLE bekerja 4.200 kali lebih cepat dibandingkan pemecah numerik konvensional. Meskipun sangat cepat, alat ini tetap mampu menangkap variasi detail pada neuron biologis yang nyata. Kehadiran NOBLE membawa harapan baru bagi dunia medis. Teknologi ini dapat mempercepat penemuan fungsi otak. Selanjutnya, hal ini akan membuka jalan menuju terapi yang lebih baik bagi pasien dengan gangguan otak di masa depan.
"Temuan ini menantang pandangan klasik yang mengandalkan aturan baku bahasa. Fitur linguistik tradisional justru kurang akurat dalam memprediksi aktivitas otak." — Tim Peneliti
Kosakata AI Merembes ke Ucapan Manusia
Teknologi NOBLE Percepat Riset Otak
Proses Bahasa di Otak Ternyata Mirip Cara Kerja AI
Penelitian terbaru menunjukkan cara kerja otak memproses bahasa sangat mirip dengan arsitektur AI.
